Anda perlu mengupgrade Flash Player Anda atau ijinkan javascript untuk mengenable menu website.
Unduh Flash Player
Microteaching

Micro Teaching adalah studi tentang suatu simulasi pengajaran yang dilaksanakan dalam waktu dan jumlah tertentu, yakni selama 13 sampai 40 Menit dengan jumlah mahasiswa sebanyak lima sampai sepuluh orang. Bentuk pengajaran di sederhanakan, dosen hanya memfokuskan diri pada beberapa aspek, pengajaran berlangsung dalam bentuk sesungguhnya, hanya saja di selenggarakan dalam bentuk mikro.


Aplikasi Micro teaching di dasarkan pada pemikiran sebagai berikut :

  1. Guru yang profesional seharusnya memiliki tiga modal dasar yaitu pemahaman yang mendalam terhadap hal-hal yang bersifat filosofis, konseptual, dan skill.
  2. Pembelajaran merupakan suatu proses dan melibatkan berbagai aspek, karena itu, untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif diperlukan keterampilan.
  3. Keterampilan mengajar merupakan kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh.
  4. Sekumpulan teori yang diperoleh di perkuliahan tidak akan mampu secara otomatis menghadapi berbagai problema yang ada dalam kelas tersebut. Persoalan administrasi, tempat praktik dan mekanisme pengaturan waktu akan muncul secara bersamaan melahirkan situasi baru yang belum pernah ditemui oleh mahasiswa di meja atau di ruang sekolah sehari-harinya.
  5. Diperlukan suatu simulasi proses pengajaran yang mendekati real class room, untuk memecahkan berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi oleh mahasiswa atau calon guru. Proses simulasi inilah yang menjadi dasar diciptakannya Micro teaching.


Karakteristik Microteaching
Konsep pengajaran mikro dilandasi oleh pokok-pokok pikiran, yaitu pengajaran simulasi, artinya pengajaran di laksanakan tidak dalam bentuk sebenarnya, tetapi berbentuk mini dengan karakteristik sebagai berikut :

  1. Peserta berkisar antara 5 – 10 orang
  2. Waktu mengajar terbatas sekitar 15-40 menit
  3. Komponen mengajar dikembangkan terbatas
  4. Latihan terpusat pada keterampilan mengajar.
  5. Mempergunakan informasi dan pengetahuan tentang tingkat belajar
  6. Umpan balik terhadap kemampuan mahasiswa / calon guru.
  7. Pengontrolan secara ketat terhadap lingkungan latihan yang di selenggarakan dalam laboratorium mikro teaching.
  8. Penyediaan kesempatan latihan ulang dan pengaturan distribusi latihan dalam jangka waktu tertentu.


Tujuan Micro teaching
Tujuan umum Micro Teaching adalah mempersipkan mahasiswa atau calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar sepenuhnya di muka kelas dengan memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan sikap sebagai guru yang profesional.
Adapun tujuan khusus Micro Teaching sebagai berikut :

  1. Menganalisis tingkah laku mengajar
  2. Mempraktikkan berbagai teknik mengajar dengan benar dan tepat
  3. Mewujudkan situasi belajar-mengajar yang efektif dan efisien


Aplikasi Micro teaching
Pada dasarnya, Micro teaching terdiri dari 3 ruang utama, yaitu:

  1. Ruang Praktikum : Ruang yang dipergunakan oleh mahasiswa atau calon guru untuk melakukan praktek mengajar.
  2. Ruang Observasi : Ruang yang dipergunakan oleh dosen atau tim penilai untuk melakukan pengamatan kepada mahasiswa  atau calon guru yang sedang melakukan praktek mengajar
  3. Ruang Operator : Ruang yang dipergunakan operator untuk merekam, mengatur posisi camera, tata suara dan lain-lain selama proses micro teaching berlangsung.

Kebutuhan Ruang Praktikum
     Ukuran Ruang : 7 m x 8 m
     Kursi Mahasiswa : 10 s.d 20 set
     Meja Presentator : 1 set
     Kursi Presentator : 1 set
     Camera CCTV : Colour + Rotary : 3 set
     Microfone Area : 3 set
     Room Speaker : 1 set (2 buah)
     LCD Proyektor + Wall Screen
     Penerangan yang cukup

 

Master

 

Ruang Observasi

Ruang Observasi

Ruang Operator

Ruang Operator

Tampilan Software

Tampilan Software